Mengenal Gejala Cabin Fever

by Vellya Putri - June 06, 2020

Istilah Cabin Fever sudah mulai bermunculan tidak lama setelah PSBB ditetapkan. Cabin Fever sendiri adalah level stres yang tinggi akibat berada di suatu tempat dalam jangka waktu yang terlalu lama. Hal ini bisa juga disebabkan karena adanya claustrophobia atau rasa takut yang berlebihan pada tempat yang sempit atau keramaian.

Banyak sekali orang-orang yang mengalami cabin fever, terlebih mereka yang kebetulan seorang extrovert. Tentunya, untuk bisa bertahan dalam situasi pandemi ini, dibutuhkan kemampuan beradaptasi yang kuat. Jika tidak, rasa stres yang berkepanjangan pastinya akan berdampak buruk pada diri kamu sendiri dan anggota keluarga. 

Banyak kegiatan yang harus dirubah sedinamis mungkin guna menghadapi pandemi ini. Salah satunya adalah work from home dan study at home. Nah, bagi yang tidak terbiasa atau cenderung lebih sulit melakukan adaptasi, pastinya akan menemukan beberapa kendala. Salah satunya, cabin fever.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui apakah kamu juga mengidap cabin fever atau tidak? Mari simak lebih lanjut.

ANTUSIASME DAN MOTIVASI BERKURANG

Pada awalnya, kita semua pasti merasakan semangat yang tinggi karena menjalani pengalaman yang baru. Belajar dari rumah, bekerja dari rumah, semua serba di rumah. Namun, jika dilakukan setiap hari dan dalam jangka waktu yang berkepanjangan, rasa suntuk itu pun akan datang dan antusiasme berkurang. Ini adalah gejala awal dari cabin fever yang tidak disadari oleh banyak orang.

RASA SEDIH YANG BERKEPANJANGAN

Lalu apa yang terjadi jika sudah mengalami penurunan drastis dari rasa antusias? Ya, rasa rindu untuk kembali berkumpul bersama kolega kerja, teman sekolah pasti akan menghantui dan membuat diri kita kembali resah. Namun, rasa rindu itu perlahan berubah menjadi rasa sedih yang berkepanjangan. Sampai-sampai ada yang jadi mengidap depresi karena hal ini loh. Maka dari itu, soft skill dari komunikasi sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.

SULIT BERKONSENTRASI

Antusiasme berkurang, merasa sedih dan seorang diri, sehingga kita bisa merasakan betapa sulitnya berkonsentrasi dalam melakukan banyak aktivitas yang seharusnya kita selesaikan. Alhasil, kebanyakan, tidak ada aktivitas yang dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena rasa resah yang mulai mengganggu. Bingung ingin melakukan apa, karena semua terlihat sama saja. Di sini, kita harus mendisiplinkan diri kita sendiri untuk tetap menjalani hari-hari seperti biasanya. Bikin jadwal harian kamu dan ikuti semua yang sudah dijadwalkan!

BERKURANGNYA RASA SABAR

Biasa bekerja dengan suasana kantor? Semua emosi sudah mulai bercampur aduk sehingga rasa resah itu sulit untuk dihindari. Suara canda tawa anggota keluarga tidak lagi menyenangkan, bahan cenderung lebih memancing emosi karena kamu merasa terganggu dan sulit berkonsentrasi. Padahal, kamu sedang mengalami gejala cabin fever. Alhasil kamu jadi marah-marah ke rekan kerja, teman sekelas, dan bahkan anggota keluarga. 

FOOD CRAVINGS

Pernah dengan istilah stress eating? Stres yang berlebih bisa membuat kita jadi sering lapar loh! Biasanya apa yang ingin kita makan itu adalah tanda-tanda kekurangan asupan dari badan. Misalnya, kalau kamu sedang menginginkan makanan yang asin, berarti tubuh kamu sedang mengalami stress yang berlebih. Jadi kalau tiba-tiba kamu ingin makanan yang asin, perhatikan kembali jam kerja/aktivitas kamu ya. 

HOPELESSNESS

Pasrah boleh saja, tetapi bukan berarti tidak boleh berharap. Gejala cabin fever yang satu sering disalah artikan dengan keadaan diri yang sudah terbiasa, sebenarnya kita malah sudah tidak berharap lagi akan adanya titik terang. Di sini, kamu harus membiasakan diri untuk menjaga pikiran untuk tetap positif.

Bagaimana cara menangani cabin fever ini? Selipkan aktivitas baru di dalam jadwal kamu supaya tidak monoton. Semudah buka jendela untuk mendapatkan udara segar, berjemur di pagi hari dan melihat ke langit dengan ruang pandang yang lebih luas, buat jadwal harian kamu, dan olahraga untuk tetap menjaga kondisi badan kamu sehat dan bugar. Jika ingin keluar rumah, harap mengikuti protokol kesehatan mengenai COVID-19.

Jika kamu mengalami kesedihan atau depresi berkepanjangan, dan cenderung ingin melukai diri sendiri atau orang lain, segera konsultasikan diri kamu dengan profesional. Tidak perlu malu atau merasa aneh untuk berkonsultasi ya Sahabat Celles Tiane!


Share:

Other Articles

Konsultasikan masalah kulit kamu disini